pdmbontang.com, Bontang - Upaya mencetak generasi penerus yang unggul dan berkemajuan terus dilakukan oleh institusi pendidikan di daerah.
Salah satu langkah krusial tersebut adalah memastikan lahirnya sosok nakhoda atau pemimpin sekolah yang berkualitas.
Komitmen ini ditunjukkan secara nyata dalam proses seleksi Kepala Sekolah di lingkungan perguruan Muhammadiyah Bontang.
Baca Juga: Dipercaya Umat, Lazismu Bontang Sukses Tebar 750 Kado Ramadan 1447 H Senilai Ratusan Juta Rupiah
Tepat pada Senin (9/3/2026) yang bertepatan dengan 20 Ramadan 1447 H lalu, sebuah agenda penting telah terselenggara.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bontang Barat memfasilitasi Diskusi Pendidikan bagi Calon Kepala Sekolah Periode 2026-2030.
Agenda strategis ini dikhususkan bagi klaster Sekolah Kreatif yang berada di bawah naungan Majelis Dikdasmen & PNF PCM Bontang Barat.
Proses melahirkan seorang pemimpin di lembaga amal usaha ini rupanya tidak dilakukan secara instan maupun sepihak.
Baca Juga: PDM Bontang Siapkan 5 Lokasi Salat Idulfitri 1447 H
Terdapat mekanisme berjenjang, objektif, dan kolektif-kolegial yang melibatkan empat tahapan ketat dalam penjaringannya.
Tahap pertama adalah Mendengar Suara Sivitas, di mana guru dan staf diberikan ruang menuliskan gagasan melalui Formulir Aspirasi.
Selanjutnya adalah Verifikasi Kinerja & Syarat, yang mencakup seleksi administratif, kualifikasi persyarikatan, dan evaluasi rekam jejak.
Baca Juga: Meraih Mahkota Kemuliaan Surga, Ustaz Irwansyah Al-Maidany Ajak Warga Muhammadiyah Jadi Ahlullah
Tahap ketiga berupa Musyawarah Mufakat Cabang untuk merumuskan rekomendasi terbaik, termasuk usulan tata kelola satu atap (klaster).
Etape puncaknya adalah Uji Kelayakan (Fit & Proper Test) yang akan diuji langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
Penetapan dan pengangkatan kandidat terpilih nantinya sepenuhnya menjadi wewenang mutlak dari PDM Kota Bontang.
Siapa pun yang kelak ditetapkan, diharapkan mampu membawa keberkahan dan kemajuan bagi pendidikan di Kota Taman. ***