Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

Tolak Intervensi dan Politik Uang! Pesan Tegas M. Busyro Muqoddas di Sidang Pra Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

M
Busyro Muqoddas berfoto bersama PPNA di Aula Dahlan, Yogyakarta.
Busyro Muqoddas berfoto bersama PPNA di Aula Dahlan, Yogyakarta. | Foto: Dok/Panitia

pdmbontang.com, Yogyakarta - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) resmi memulai hajat besarnya dengan menggelar Sidang Pra Muktamar XV secara daring pada Sabtu (11/7/2026).

Bertempat di Kantor PP Nasyiatul Aisyiyah, Yogyakarta, sidang ini diresapi oleh semangat persaudaraan (ukhuwah) kader dari seluruh pimpinan wilayah, daerah, hingga cabang di penjuru Tanah Air.

Forum strategis ini dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, M. Busyro Muqoddas. Ia memberikan tazkirah (nasehat) mendalam terkait urgensi menjaga amanah (integritas) dan marwah (kehormatan) organisasi menjelang suksesi kepemimpinan.

"Muhammadiyah lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi yang sangat besar lintas agama, lintas suku, lintas profesi bagi bangsa ini. Itu karena adanya pengelolaan organisasi yang cerdas, jujur, bermartabat, dan profesional. Para pemimpinnya menjaga amanah," ujar eks Ketua KPK RI tersebut.

Busyro mewanti-wanti agar Nasyiatul Aisyiyah menjauhi praktik politik uang. Pemilihan kelak haruslah bersandar pada kualifikasi dan rekam jejak keislaman yang kuat. 

"Independensi ini perlu dihadirkan sebagai lawan dari intervensi. Sebagai umat Nabi Muhammad yang memperjuangkan nilai-nilai Islam, kita harus menjaga independensi agar Muktamar benar-benar berlangsung mandiri dan hati-hati terhadap intervensi dari pihak mana pun. Kita harus menjaga marwah kita," tegasnya.

Memikul tanggung jawab (mas'uliyah) kepemimpinan, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Purnamasari, menerangkan bahwa sidang ini adalah forum evaluasi dan pertanggungjawaban kerja dakwah periode 2022–2026.

"Sidang Pra Muktamar ini adalah forum konstitusional yang krusial untuk menyiasati durasi waktu pelaksanaan Muktamar dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya adalah melakukan evaluasi terhadap Laporan Pertanggungjawaban PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2022–2026 sekaligus mendengarkan paparan dari tim materi Muktamar," jelas Ariati.

"Pada Sidang Pra Muktamar ini kami siap mempertanggungjawabkan amanah yang kami emban di hadapan seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia dari kantor masing-masing. Kami juga siap menerima berbagai masukan demi penyempurnaan materi Muktamar," sambungnya.

Dalam sambutannya, Ariati menyegarkan kembali ingatan kader pada sebuah metafora dakwah yang ia sampaikan di Muktamar sebelumnya.

"Saya pernah menganalogikan Nasyiatul Aisyiyah sebagai kapal besar yang berlayar dengan sekoci-sekocinya. Nasyiatul Aisyiyah diciptakan untuk menaklukkan samudra. Dalam perjalanan akan menemui berbagai kondisi, kadang tenang, kadang menghadapi gelombang yang mengkhawatirkan. Namun kapal ini akan terus berlayar bersama seluruh kadernya," ungkap Ariati.

"Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu kami berharap forum ini menjadi ruang bersama untuk memberikan masukan sehingga materi Muktamar dan arah gerak organisasi ke depan menjadi semakin baik," tutupnya penuh kerendahan hati.

Ikhtiar menuju Muktamar yang berkemajuan ini akan dilanjutkan pada Ahad (12/7/2026), dengan agenda Technical Meeting dan Forum Edukasi Pemilihan. ***

Editor: M Zulfikar Akbar