pdmbontang.com, Bontang - Regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan dalam sunnatullah. Guna memastikan tongkat estafet dakwah amar ma'ruf nahi mungkar di kalangan pelajar terus berjalan, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bontang resmi menggelar Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) dan Pelatihan Fasilitator Pendamping I (PFP I).
Mengusung tema pembaharuan "Ready to Lead, Ready to Impact", majelis ilmu dan kaderisasi ini berlangsung selama tujuh hari, pada 3–9 Juli 2026. Acara resmi dibuka di Gedung Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, sementara seluruh rangkaian penggemblengan diri dipusatkan di SD Muhammadiyah 1 Bontang.
Peserta kaderisasi ini diikuti oleh 30 putra-putri Persyarikatan yang berasal dari penjuru Kaltim, meliputi Kota Bontang, Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara, dan Paser, serta dilengkapi dengan kehadiran satu perwakilan dari Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta.
Hadir memberikan amanat, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Lukman yang mewakili Wali Kota Bontang. Ia memotivasi agar pelajar Muhammadiyah senantiasa menjadi pelopor amal saleh yang memberikan maslahat (manfaat) bagi masyarakat.
"Jadilah pelajar yang berdampak. Teruskan program-program edukasi yang telah dijalankan dan berikan kontribusi, bukan hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat luas," pesannya saat membuka kegiatan.
Dukungan kuat bagi pergerakan pelajar ini datang dari Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bontang, Bustanul Arifin, mewakili Ketua PDM Kota Bontang. Ia bersyukur melihat antusiasme dakwah pelajar yang mampu merajut persaudaraan (ukhuwah) lintas wilayah.
"Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kaderisasi yang dilaksanakan PD IPM Kota Bontang mampu mempertemukan kader dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari lima daerah di Kalimantan Timur, ditambah satu kader aktif dari PR IPM SMA Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta, menunjukkan bahwa kaderisasi IPM terus tumbuh dan menjangkau lebih luas. Semoga kegiatan ini melahirkan kader-kader yang siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur, Aidil, membagikan nilai-nilai kepemimpinan keislaman yang bersinggungan dengan filosofi Ing ngarso sung tulodo (pemimpin sebagai teladan).
"Filosofi Ing ngarso sung tulodo harus menjadi pedoman pelajar hari ini, yaitu menjadi teladan yang baik dan memberikan dampak positif. Tema Ready to Lead, Ready to Impact yang diusung teman-teman PD IPM Kota Bontang sudah sangat konkret sebagai gambaran kepemimpinan yang diharapkan di masa depan. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para kader mampu menjadi pemimpin yang bukan hanya menggerakkan organisasi, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Aidil.
Mengukuhkan niat para peserta, Ketua PD IPM Kota Bontang, Muhammad Febriansyah, menegaskan bahwa PKMTM II dan PFP I adalah wahana tarbiyah (pendidikan) karakter yang berlandaskan wahyu Ilahi. Dengan merujuk pada Surah Ar-Ra'd ayat 11, ia menyerukan agar kader IPM berani menjadi subjek perubahan.
"Ukuran seorang kader bukanlah seberapa lama ia menjabat, tetapi seberapa besar manfaat yang ia tinggalkan. Karena itu, melalui PKMTM II dan PFP I ini kami ingin melahirkan kader-kader IPM yang siap memimpin, siap mengabdi, dan siap memberikan dampak nyata di mana pun mereka berada," ujar Muhammad Febriansyah.
Semoga melalui tempaan materi, diskusi, dan praktik fasilitasi selama tujuh hari ke depan, para kader dapat kembali ke daerah asalnya dengan gagasan tajam, kedisiplinan diri, dan kepekaan sosial yang tinggi untuk memajukan umat dan bangsa. ***