Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

Kaderisasi SD Muhammadiyah 1 Bergulir, Ketua PCM Bontang Selatan Beri Pesan Moral untuk Calon Kepala Sekolah

M
Foto bersama usai sesi wawancara calon kepala SD Muhammadiyah 1 Bontang.
Foto bersama usai sesi wawancara calon kepala SD Muhammadiyah 1 Bontang. | Foto: PCM Bontang Selatan

pdmbontang.com, Bontang - Mencetak pemimpin yang amanah dan memiliki integritas tinggi merupakan bagian integral dari proses kaderisasi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Semangat regenerasi kepemimpinan umat tersebut tergambar jelas dalam agenda yang dilaksanakan pada akhir pekan ini.

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PDM) Bontang Selatan menggelar sesi wawancara calon kepala SD Muhammadiyah 1 Bontang guna menetapkan nakhoda baru untuk periode 2026 hingga 2030.

Baca Juga: Jaga Muruah Umat, Pemuda Muhammadiyah Gelar Diklatsar KOKAM Bontang

Kegiatan ini dilangsungkan di kompleks SD Muhammadiyah 1 pada Sabtu (18/4/2026).

Evaluasi kompetensi para pendidik ini berjalan dengan sangat tertib mulai pukul 09.00 hingga berakhir pada pukul 10.30 waktu setempat.

Panggilan dakwah melalui jalur kepemimpinan pendidikan ini direspons antusias oleh 16 guru tetap yang mengikuti seleksi kelayakan.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bontang Selatan, Agus Budiyanto, hadir menguji kesiapan mental, ibadah, dan visi para peserta.

Baca Juga: Seleksi Kepala Sekolah di Sekolah Kreatif, Ini Tahapan Ketat Muhammadiyah Bontang

Kehadiran ketua cabang tersebut didampingi secara langsung oleh Ketua Majelis Dikdasmen Bontang Selatan, Syai'an, sebagai tim penilai.

Nasihat sarat makna mengenai esensi pengabdian turut disampaikan untuk membekali nurani para calon pemegang amanah persyarikatan.

"Kepemimpinan sejati bukan tentang siapa yang terlama, tetapi siapa yang menanam benih kebaikan yang tumbuh paling subur setelah ia pergi," katanya.

Baca Juga: Dipercaya Umat, Lazismu Bontang Sukses Tebar 750 Kado Ramadan 1447 H Senilai Ratusan Juta Rupiah

Para pendidik ini juga dituntut untuk bisa menjadi pencerah yang melahirkan kader-kader persyarikatan yang jauh lebih berkualitas.

"Pemimpin yang hebat tidak menciptakan pengikut, mereka menciptakan pemimpin baru yang lebih hebat dari diri mereka sendiri," tambahnya.

"Pergantian pemimpin membawa perspektif baru, semangat baru, dan tantangan baru. Jadikan ini energi untuk perubahan yang lebih baik," pungkasnya. ***

Editor: M Zulfikar Akbar