Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

Rawat Nilai Fardu Kifayah, Mahasiswa Pascasarjana UMM dan Mubalig Muhammadiyah Latih Siswa SD Urus Jenazah

S
Salam
Mubalig Muhammadiyah yang juga ASN di KUA Bontang Selatan, Ustad Ahmad Thoyib, dipercaya sebagai narasumber utama untuk membedah syariat pengurusan jenazah.
Mubalig Muhammadiyah yang juga ASN di KUA Bontang Selatan, Ustad Ahmad Thoyib, dipercaya sebagai narasumber utama untuk membedah syariat pengurusan jenazah. | Foto: Dok/Pribadi

pdmbontang.com, Bontang - Menyiapkan kader umat yang cakap dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah adalah salah satu pilar dakwah sosial di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menjawab panggilan dakwah tersebut, Salam, mahasiswa Program Pascasarjana Magister Pedagogi UMM, menggelar Praktik Fardu Kifayah Perawatan Jenazah di SD Muhammadiyah 1 Bontang.

Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai religius ini diselenggarakan secara intensif sejak pagi hingga siang hari pada Senin (16/3/2026).

Majelis keilmuan ini dihadiri oleh 70 peserta, yang terdiri dari 48 siswa kelas VI beserta 22 guru pendamping.

Mubalig Muhammadiyah yang juga ASN di KUA Bontang Selatan, Ustad Ahmad Thoyib, dipercaya sebagai narasumber utama untuk membedah syariat pengurusan jenazah.

“Perawatan jenazah adalah fardu kifayah, kewajiban kolektif umat Islam. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dan guru siap menjadi kader yang mampu membantu masyarakat saat menghadapi situasi kedukaan,” jelas Ustad Ahmad Thoyib memotivasi peserta.

Ustad Thoyib membimbing peserta mulai dari pemahaman teoretis hingga praktik detail penyiapan alat, memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan simulasi pengantaran ke makam.

Keterbatasan alat peraga di lapangan tak menyurutkan semangat belajar, melainkan memunculkan solusi kreatif dan ukhuwah lintas generasi.

Panitia menggandeng kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk bertindak sebagai relawan simulasi agar praktik tetap berjalan sempurna.

Hasil akhir dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman keterampilan peserta yang sangat signifikan.

Para guru diharapkan kelak menjadi rujukan fikih di masyarakat, sementara siswa mendapatkan bekal kemandirian untuk menebar manfaat di lingkungan sosial mereka.

Bagi sang penggagas, Salam yang juga Kepala SD Muhammadiyah 1 Bontang, kegiatan ini adalah bukti bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki peran vital dalam membentuk generasi yang religius dan solutif bagi umat.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah lain, sehingga semakin banyak kader yang siap membantu masyarakat dalam situasi kedukaan,” tuturnya penuh harap. ***

Editor: M Zulfikar Akbar