pdmbontang.com, Bontang - Geliat dakwah yang mencerahkan terus disyiarkan di Kota Bontang melalui kegiatan Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan di bulan Ramadan.
Majelis ilmu yang menyejukkan hati ini diselenggarakan di Masjid Daarul Ilmi pada Sabtu, 7 Maret 2026 dan diawali dengan lantunan tilawah.
Pakar medis dari UGM, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, didapuk menjadi narasumber utama untuk mengupas kaitan ketaqwaan dan kesehatan.
Baca Juga: Tatap Digitalisasi Persyarikatan, PDM Bontang Gelar Pelatihan SatuMu untuk Cabang dan Ranting
Berdasarkan Surah An-Nahl ayat 78, ia mengingatkan agar umat manusia tidak hanya mengandalkan mata dan telinga, melainkan juga harus melibatkan hati.
Tanpa keterlibatan hati, bagian otak yang bernama amigdala akan mudah memicu rasa cemas, panik, dan menjadi sarang berbagai penyakit.
Menariknya, Dr. Zaenal membedah manfaat medis di balik rutinitas ibadah harian seorang muslim, terutama saat bulan Ramadan.
Gerakan salat tarawih yang berulang, mulai dari rukuk hingga sujud, ternyata berfungsi mengaktifkan saraf ke-10 (vagus nerve).
Baca Juga: Semarak Ramadan 1447 H, Ustaz Fachrur Rozi Bedah 6 Cetak Biru Keluarga Sakinah
Saraf inilah yang sangat krusial perannya dalam menjaga ketenangan batin dan memunculkan rasa kasih sayang (compassion).
Lebih lanjut, ibadah tadarus Al-Qur'an dengan tartil dan menggerakkan rahang juga memberikan efek relaksasi yang luar biasa bagi otak.
Ia menjelaskan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur'an sambil melantunkannya akan mengaktifkan otak bagian kanan maupun kiri secara bersamaan.
Baca Juga: Berlayar 10 Hari demi Kompetisi Nasional, Kafilah OlympicAD PDM Bontang Borong Dua Perunggu
Dalam sesi tanya jawab, Dr. Zaenal juga memberikan pandangan filosofis yang indah terkait musibah penyakit atau pecahnya pembuluh darah.
Mengutip pemikiran bijak, ia menyampaikan bahwa manusia tidak akan hancur oleh penderitaan, melainkan oleh penderitaan yang tak bermakna.
Keimanan dan pemahaman terhadap takdir Allah SWT itulah yang akan membuat setiap penderitaan hamba menjadi jalan penggugur dosa. ***