pdmbontang.com, Bontang – Geliat dakwah dan keilmuan di bulan suci Ramadhan terus dihidupkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang.
Pada Sabtu, 21 Februari 2026, PDM Bontang menggelar Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang dihadiri oleh warga persyarikatan, di Masjid Al Ikhlas Muhammadiyah.
Hadir sebagai narasumber istimewa adalah Ustaz Muhammad Ziyad, Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Wasekjen MUI Pusat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Ziyad menjabarkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sarat akan keberkahan (syahr al-mubarak), ampunan (syahr al-maghfirah), dan nilai pendidikan rohani (syahr al-Tarbiyah).
Oleh karenanya, bulan mulia di mana setiap pahala dilipatgandakan ini harus diprogram dengan perencanaan dan target ibadah yang terukur secara optimal.
“Visi besar puasa kita adalah mencetak karakter muttaqin. Manusia bertakwa ini dihiasi oleh sikap rendah hati (tawadhu’), selalu merasa cukup (qana’ah), optimis (yaqin), dan selalu berada di jalan kebenaran (yarsyudûn),” ujarnya.
Agar Ramadhan berjalan produktif, Ustaz Ziyad membagikan enam kiat praktis. Langkah pertama adalah memperbaiki kualitas salat fardu.
Kekhusyukan bisa diraih dengan memahami makna bacaan salat dan menyingkirkan gangguan eksternal seperti ponsel pintar.
Langkah kedua, meningkatkan interaksi dengan kalam Ilahi lewat tadarus Al-Qur’an setiap hari.
Jamaah ditargetkan membaca 1 juz atau sekitar 11 lembar (22 halaman) per hari, dengan cara membaginya sebanyak 4 halaman seusai salat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya/Tarawih.
Langkah ketiga, manfaatkan waktu luang untuk mendengarkan podcast inspiratif atau membaca buku Islami.
Keempat, jadikan puasa sebagai ajang melatih kepedulian berbagi lewat sedekah rutin.
Khusus bagi warga persyarikatan yang penghasilannya telah memenuhi nisab, Ustaz Ziyad menginstruksikan agar segera menunaikan zakatnya dan menyalurkannya melalui lembaga resmi Lazismu.

Kelima, perbanyak muhasabah atau introspeksi diri untuk merenungkan kembali niat dan tujuan hidup kita agar selaras dengan tuntunan syariat.
Terakhir, jadikan lembaran sejarah turunnya Al-Qur’an hingga kemerdekaan RI di bulan Ramadhan sebagai pemacu untuk terus meningkatkan semangat dan etos kerja. ***