Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

PDA Bontang Gelar Muspimda ke-1, Tegaskan Komitmen Perempuan Berkemajuan untuk Bontang Berkeadilan

M
PDA Bontang Gelar Muspimda ke-1, Tegaskan Komitmen Perempuan Berkemajuan untuk Bontang Berkeadilan

pdmbontang.com, Bontang – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Bontang menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) ke-1 periode 2022-2027. Acara yang dirangkai dengan Seminar Ketahanan Pangan ini dihelat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Ahad, 21 September 2025, bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1447 H.

Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan, Mewujudkan Kota Bontang Berkeadilan,” Muspimda ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan serta merumuskan langkah strategis ke depan untuk menjawab tantangan zaman.

Ketua PDA Bontang, Lifia Indah Pratiwi, dalam pidato iftitahnya menyampaikan bahwa tema Muspimda selaras dengan risalah Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang memuliakan perempuan dan menjunjung tinggi nilai keadilan.

“Perempuan berkemajuan dimaknai sebagai perempuan yang memiliki pola pikir dan kondisi kehidupan yang maju dalam segala aspek, tanpa mengalami hambatan dan diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural,” tegas Lifia.

Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan, seperti kesenjangan dalam pendidikan dan angka kekerasan. Mengutip data Susenas Maret 2022, rata-rata lama sekolah perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Lifia menekankan bahwa ini adalah pekerjaan rumah bersama yang harus dijawab oleh gerakan Aisyiyah.

“Aisyiyah akan terus mengemban dan berkontribusi membangun kehidupan umat dan bangsa menuju peningkatan keadilan, kesejahteraan, serta secara khusus memajukan kaum perempuan,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Timur, Nurhayati Tappa, yang turut hadir dan membuka acara, menyatakan bahwa Muspimda adalah forum penting untuk evaluasi. Bontang menjadi daerah ketiga di Kaltim yang menyelenggarakan Muspimda setelah Samarinda dan Balikpapan.

“Tujuan Muspimda adalah mengevaluasi program-program yang sudah dan belum terlaksana, di samping itu juga menambah program sesuai dengan isu-isu yang ada, baik secara nasional, wilayah, maupun kabupaten,” jelas Nurhayati.

Ia mendorong PDA Bontang untuk terus dinamis dengan mengembangkan amal usaha baru, salah satunya adalah program prioritas PWA Kaltim, yaitu Daycare Lansia atau Sekolah Lansia.

“Kami harapkan kepada pimpinan daerah, dinamika itu ada. TK Aisyiyah sudah banyak, kalau memang tidak bisa (sekolah lansia), ya memilih amal usaha yang lain,” pesannya.

Dukungan penuh juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bontang. Ketua PDM Bontang, H. Mustamar, mengapresiasi penyelenggaraan Muspimda dan menegaskan komitmen PDM untuk terus bersinergi dengan Aisyiyah.

“Muhammadiyah itu adalah persyarikatan. Tidak ada kepemilikan pribadi. Sinergitas antara Muhammadiyah dengan Aisyiyah di Bontang ini harus terus berjalan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Mustamar menyebut menyerahkan pengelolaan dua unit rumah wakaf di Perumahan Griya Wisata Bontang Kuala kepada PDA Bontang untuk dikelola sebagai amal usaha. Ia juga mengumumkan bahwa Bontang akan menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Kaltim pada 2027 mendatang.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Dewi Purnama Nisa, melaporkan bahwa Muspimda dihadiri oleh 43 peserta yang terdiri dari pimpinan harian, perwakilan majelis, dan pimpinan cabang Aisyiyah se-Kota Bontang.

Seminar Ketahanan Pangan yang menjadi bagian dari rangkaian acara menghadirkan Evi Sulastri Tanjung SP, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang.

“Semoga musyawarah ini membawa keputusan terbaik bagi persyarikatan dan kemajuan Kota Bontang. Dari musyawarah lahir mufakat, dari mufakat lahirlah keadilan, dan dari keadilan lahirlah kemajuan,” tutup Dewi. ***