Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

Musyda ke-3 HW Bontang Cetak Kader Utama, Sinergi dengan Sekolah dan Ortom Diperkuat

M
Musyda ke-3 HW Bontang Cetak Kader Utama, Sinergi dengan Sekolah dan Ortom Diperkuat

pdmbontang.com, Bontang – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah (Kwarda) Kota Bontang menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-3 pada Ahad, 10 Agustus 2025, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Bontang. Musyda ini merupakan amanah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) HW yang wajib dilaksanakan sebagai forum tertinggi organisasi.

Dengan mengusung tema “Menggerakan Sumber Daya Membangun Kader Utama Kota Bontang”, Musyda kali ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan program kerja, dan memilih kepemimpinan baru untuk periode 2023-2028.

Ketua Panitia Pelaksana, Sugianto Suyadi, melaporkan bahwa Musyda ini dihadiri oleh rombongan HW Kalimantan Timur, Ketua PDM dan Aisyiyah, serta pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Bontang. Peserta Musyda terdiri dari unsur ketua dan anggota kwarda sebelumnya, serta perwakilan dari enam Qabilah (kelompok) HW yang berasal dari sekolah-sekolah Muhammadiyah-Aisyiyah dan SD Nurul Fatah.

“Karena Bontang belum memiliki Kwarcab, maka peserta diwakili oleh enam Qabilah dari seluruh sekolah Muhammadiyah-Aisyiyah dan SD Nurul Fatah,” jelas Sugianto.

Ketua Kwarda HW Bontang, H. Jumbadi, menekankan bahwa Musyda ini seharusnya dilaksanakan pada tahun 2022, namun tertunda karena pandemi COVID-19. Ia juga menyoroti peran HW sebagai pilar penting untuk menopang Muhammadiyah.

“Tujuan HW adalah untuk menopang Muhammadiyah. Dalam setiap kegiatan, kami sisipkan pendidikan karakter, ibadah, dan akhlak,” ujar Jumbadi, sambil berharap akan munculnya regenerasi yang lebih energik dan gesit.

Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Kalimantan Timur, Didi Supriyadi, dalam sambutannya mengapresiasi keberadaan HW di Bontang. Ia menyebut bahwa Bontang adalah salah satu daerah pertama di Kaltim yang memiliki HW, dan merupakan “gudangnya kader HW”.

Didi juga mengakui tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya sosialisasi dan pendanaan. Ia mengajak seluruh jajaran HW untuk terus bersinergi dengan program pemerintah dan mencari peluang kolaborasi.

“Ada satu mimpi besar dari Kwarwil, mudah-mudahan diberikan umur panjang, yaitu membuat satu sekolah milik HW,” ungkapnya.

Menurut Didi, hal ini bertujuan agar kader-kader dapat dididik dan disekolahkan di lingkungan HW sendiri.

Ketua PDM Kota Bontang, H. Mustamar, secara resmi membuka Musyda ke-3 HW. Ia menyambut gembira dan mengapresiasi terselenggaranya acara ini sebagai forum penting untuk evaluasi dan perumusan program kerja.

H. Mustamar berpesan kepada seluruh pandu HW untuk terus menjadi teladan, menunjukkan akhlak mulia, semangat membara, dan selalu siap menolong siapa saja. Ia berharap Musyda ini dapat berjalan lancar, tertib, dan melahirkan gagasan-gagasan cemerlang untuk kemajuan HW di Kota Bontang. ***