Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang

Bulan Puasa Tetap Semangat! 80 Kader Muhammadiyah Bontang Dalami Ilmu Public Speaking dan Dakwah Bil Hal

M
Bulan Puasa Tetap Semangat! 80 Kader Muhammadiyah Bontang Dalami Ilmu Public Speaking dan Dakwah Bil Hal

pdmbontang.com, Bontang -Ibadah puasa di bulan suci Ramadan tak lantas membuat roda pergerakan dakwah persyarikatan menjadi melambat.

Justru sebaliknya, semangat para kader Muhammadiyah Kota Bontang semakin menyala untuk terus menuntut ilmu dan memperbaiki kualitas diri.

Bertepatan dengan hari ke-5 Ramadan 1447 H, atau Ahad, 22 Februari 2026, PDM Kota Bontang sukses menggelar sebuah majelis ilmu yang sangat strategis.

Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang, diselenggarakan Pelatihan Public Speaking dan Service Excellent.

Pelatihan ini secara khusus dirancang untuk mengasah keterampilan para penggerak di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Korps Mubalig, hingga jajaran Ortom.

Ketua PDM Kota Bontang, H. Mustamar, hadir secara langsung untuk meresmikan pembukaan acara yang diikuti oleh 80 peserta tersebut.

Dalam pidato arahannya, ia mengingatkan kembali khitah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, dan tajdid (pembaruan).

Menurut H. Mustamar, di era modern ini, dakwah tidak lagi cukup hanya dilakukan melalui mimbar keagamaan semata.

“Pelayanan yang prima adalah bentuk dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan) yang paling nyata di era modern ini,” tegas H. Mustamar dengan penuh semangat.

Oleh karenanya, amal usaha seperti sekolah dan panti asuhan wajib menjadi etalase terdepan yang menampilkan wajah Islam yang ramah, profesional, dan melayani dengan setulus hati.

Untuk membekali para kader, panitia menghadirkan pakar komunikasi mumpuni, Selamat Said Sanib, M.Sos., C.HT., C.PS., C.MK.

Peserta diajak untuk membongkar mental block dan mempelajari tata cara berbicara di depan publik yang terstruktur, meyakinkan, dan sarat akan pesan pencerahan.

H. Mustamar berharap, ilmu yang diserap dari pelatihan ini dapat segera menjadi instrumen evaluasi diri guna meningkatkan kualitas pelayanan persyarikatan kepada umat. ***