Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang
Kabar Persyarikatan

Baitul Arqam Bontang-Kutim Dibuka, Wali Kota Neni Tegaskan Dukungan Pemkot Bontang untuk Dakwah Muhammadiyah

Penulis: M Zulfikar Akbar
|
|
16 Views
Baitul Arqam Bontang-Kutim Dibuka, Wali Kota Neni Tegaskan Dukungan Pemkot Bontang untuk Dakwah Muhammadiyah
Bagikan:

pdmbontang.com, Bontang – Pelatihan Baitul Arqam yang melibatkan unsur pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur resmi dibuka.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung untuk meresmikan kegiatan tersebut di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang pada Jumat, 14 November 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Bontang untuk terus mendukung program-program strategis persyarikatan, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan perkaderan.

“Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Pemerintah Kota Bontang tentu berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung setiap upaya penguatan pendidikan dan dakwah,” ujar Wali Kota, yang juga sempat mengenang pengalamannya berkhidmat di RS Aisyiyah Samarinda sebagai dokter kandungan perempuan pertama di Kaltim.

Kegiatan Baitul Arqam ini merupakan pelaksanaan gabungan yang ditunjuk oleh PWM Kaltim, menjadikan Bontang sebagai tuan rumah.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh penting, termasuk Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Ketua PWM Kaltim Agus Sukaca, serta jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah dari kedua wilayah.

Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Bontang, termasuk rencana pembangunan kawasan dakwah di Kilometer 3 pada tahun 2026.

Selain dukungan program, Wali Kota Neni juga menyampaikan kesiapan Pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 2027 di Kota Bontang.

Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi, mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis menghadapi tantangan, termasuk kondisi ekonomi yang kompleks.

Ia menganalogikan organisasi ibarat bangunan yang hanya akan kokoh jika seluruh komponen, dari fondasi hingga struktur, bekerja bersama.

Sementara itu, Perwakilan PWM Kaltim, Agus Sukaca, berharap Pelatihan Baitul Arqam ini menjadi budaya organisasi, penting untuk memastikan keberlanjutan gerakan dakwah dan perkaderan agar tidak bertumpu pada satu figur saja.

Sedangkan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman juga menitipkan pesan agar kader-kader Muhammadiyah-Aisyiyah nantinya tak hanya berkiprah di bidang dakwah, namun merambah ke bidang-bidang lain.

Pembukaan Baitul Arqam ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ideologi, dakwah, serta kesiapan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam berkontribusi bagi pembangunan daerah secara luas. ***